Mengapa Memilih Psikologi ?

Psychology_symbol

Awal mula saya mengenal ilmu psikologi adalah ketika akan mendaftar ke perguruan tinggi. Mendengar kata psikologi saya langsung membuat pernyataan bahwa ilmu tersebut membahas tentang jiwa, entah mengapa saya dapat berfikir seperti itu. mungkin dari definisi para ahli yang banyak mengaitkan ilmu psikologi dengan ilmu kejiwaan. Saya mulai berfikir apabila kita belajar mengenai jiwa, baik untuk diri sendiri maupun orang lain maka pembelajar tersebut harus memiliki sifat empati yang baik, lalu apakah saya telah memiliki sifat tersebut saya belum merasa yakin.

Sekarang saya telah berada di fakultas psikologi dan mempelajari berbagai bidang psikologi. Kesan awal belajar, saya merasa ilmu ini benar-benar menarik karena topiknya adalah manusia. Kita diajak untuk mengenali diri terlebih dahulu sebelum mengenali kepribadian orang lain. Hal tersebut dapat membentuk sebuah pemahaman diri, sehingga kita dapat mengekplorasi diri lebih dalam.

Mengapa memilih jurusan psikologi ? hal tersebut tidak dapat dijawab dengan pasti karena banyak alasan yang mempengaruhi saya untuk memilih ilmu ini. Saya mempunyai latar belakang jurusan ilmu sosial di SMA sehingga terbiasa mempelajari manusia melalui sudut pandang sosial. Pengalaman saya belajar mengenai manusia semasa di SMA begitu menarik karena begitu kompleksnya manusia  dan banyak faktor penyebab yang belum diketahui secara pasti. Saya juga bukan tipe orang yang berminat pada ilmu pasti karena menurut pendapat saya ilmu sosial itu lebih menuntut kita untuk berfikir kritis, sehingga terlihat lebih menarik. Di psikologi saya melihat peluang untuk berkembang karena begitu luas ruang lingkupnya dan selama ada manusia maka ilmu psikologi juga akan tetap ada. Semua bidang dalam kehidupan saya rasa dapat dilihat dalam kacamata psikologis dan hal itu tidak hanya melalui satu sudut pandang saja namun dapat pula memiliki berbagai sudut pandang yang berbeda. Tugas saya adalah dapat membaca setiap masalah melalui berbagai macam sudut pandang yang ada.

Setelah lulus sarjana nanti saya berniat melanjutkan ke salah satu pendidikan profesi psikolog yaitu psikolog klinis. Saya mendengar dari para senior yang sudah sukses bahwa profesi psikolog di Indonesia masih dipandang sebelah mata dan statusnya masih dibawah profesi dokter. Profesi tersebut yang dari dulu sampai sekarang tetap dianggap sebagai profesi yang sangat dihormati. Padahal, menurut saya seorang psikolog tidak jauh berbeda dengan seorang dokter. Paradigma itulah yang ingin diubah ketika kelak saya menjadi seorang psikolog klinis.

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s