Hmm… IPK Perdana

grades

IPK pertama saya sudah keluar, campur aduk perasaan saat melihatnya. Segumpal rasa senang muncul karena melampaui target awal, meskipun tidak terlampau jauh. Disisi yang lain perasaan terluka pun muncul karena ada beberapa mata kuliah yang seharusnya bisa memperoleh nilai lebih dari yang sekarang saya dapatkan.

Melihat teman – teman yang memperoleh IPK lebih tinggi, kembali tersulut api semangat dalam diri untuk mengejar mereka. Apalagi saat saya mendengar ada teman yang mendapat IPK sempurna 4,00 untuk semester pertamanya. Sungguh mengesankan hasil yang diraih olehnya itu.

Saya selalu meyakini bahwa IPK itu bukanlah sebuah persaingan dengan sesama teman yang lain. IPK menurut saya adalah sebuah pencapaian target masing-masing individu. Bisa saja melampaui target atau mungkin jauh dari harapan. Seseorang yang mungkin diaangap memiliki IPK yang kecil oleh yang lain tetapi telah melampaui target pribadi, hal tersebut tidak akan menjadi masalah untuknya.

Saya tidak ingin iri dengan teman-teman yang memperoleh IPK lebih tinggi. Lebih baik fokus pada diri sendiri. Hargai usaha diri sendiri yang telah memperoleh IPK tersebut, apalagi jika telah melampaui target. Karena pada dasarnya setiap orang butuh untuk merasa dihargai. Kalau kita tidak dapat menghargai jerih payah sendiri yang ada hanya rasa benci atau tidak suka terhadap pribadi kita sendiri. Hal itu akan menghambat kita untuk maju karena terjebak dengan penyesalan yang ada.

Rasa tidak puas adalah hal yang wajar kita alami tetapi jangan lupa dengan hasil yang telah kita capai. Dengan bersyukur itu artinya kita berlapang dada dan bisa memotivasi diri untuk memperoleh yang lebih baik lagi di lain waktu. Rasa tidak puas perlu kita miliki agar selalu punya keinginan menjadi lebih baik lagi, dengan tidak lupa untuk mensyukuri apa yang telah dicapai sebelumnya.

Untuk memperoleh IPK yang lebih baik kita dapat mengevaluasi hasil kerja kita yang telah berlalu. Perbaiki yang masih buruk dan terus tingkatkan apa yang sudah baik. Sedikit demi sedikit target berikutnya dapat kita naikkan dengan usaha-usaha yang lebih keras lagi tentunya untuk mencapai hal itu. Percaya dengan kemampuan diri dan tidak pesimis dengan berbagai halangan yang ada. Setiap orang pasti bisa memperoleh apa yang diinginkannya, tentu jika dia bersungguh-sungguh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s