Pantaskah Kita Mengeluh ?

“Aku tidak sanggup lagi…” “Aku lelah dengan semua ini…” “Aku mau berhenti saja…” “Ya ampun… kenapa begini ?”

Kata-kata diatas sering kita ucapkan atau sekedar terlintas saat merasa lelah menjalani hidup ini. Kata-kata yang keluar dari pikiran seseorang yang katanya sedang galau atau bingung, maupun saat dia merasa kewalahan dengan tugas dan ujian yang sedang dihadapi. Mengeluh.. ya setiap orang memiliki waktu dalam hidupnya saat dia sedang down atau semacamnya. Tidak jarang mengeluh dihubungkan dengan menyerah atau keputus-asaan. Kita sering mendengar nasihat “jangan menyerah” dari orang-orang tapi mengapa kita mudah mengeluh saat terlampau lelah? Bukankah Yang Maha Kuasa menciptakan kita dengan sesempurna mungkin, lalu mengapa ada kata tidak bisa dalam hidup kita? Memang benar jika kita adalah orang yang paling mengerti sejauh mana kemampuan diri sendiri tapi itu bukan alasan untuk membuat kita mudah berhenti dan berputus asa begitu saja bukan? Kita tahu batas kemampuan kita dan mengapa kita tidak mencoba untuk menembus batas itu untuk mengupgrade kapasitas kemampuan kita. Yang diuntungkan oleh hal tersebut juga diri kita sendiri bukan? Akan sangat disesalkan apabila sebenarnya sukses yang justru tinggal selangkah lagi akan hilang jika kita berhenti dan menyerah.

Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sering terlontar di pikiran saya saat sedang merasa down. Disaat itu saya mulai mengerti bahwa hidup ini memang pilihan, menjadi bisa atau menjadi tidak bisa. Untuk seorang yang optimis tentu akan memilih menjadi bisa dan juga sebaliknya untuk orang-orang yang cepat puas akan memilih berhenti sampai batas dirinya saja. Bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki itu perlu. Kita berusaha tidak cepat puas dengan hasil yang diraih dan berusaha meraih hasil yang lebih, disaat itu kita akan mendapat kepuasan yang berlipat. Saya tidak mengesampingkan batas kemampuan yang kita miliki, saya tahu batas diri saya sendiri dan saat itu saya berfikir apakah ada cara untuk meningkatkannya. Saya pun memberanikan diri untuk menembus batas itu, bukan berarti tidak tahu diri tapi saya hanya ingin mencoba. Awalnya memang seperti melawan kemustahilan tapi lama kelamaan kemustahilan pun akan berubah menjadi sebuah kemungkinan. Tidak perlu takut gagal karena kegagalan itu tidak  ada, yang ada hanyalah “belum berhasil” dan apabila kita yakin dengan tujuan kita bukan tidak mungkin kita akan mendapatkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s