Menerapkan Pancasila dalam Kehidupan

Pada hari sabtu, 7 Desember yang lalu, saya menghadiri kuliah umum terakhir mata kuliah Manusia dan Masyarakat Indonesia (MMI) di Auditorium Fakultas Psikologi. Kuliah umum tersebut dibawakan oleh dosen tamu yang bernama Riris Sarumpaet. Beliau merupakan ketua Dewan Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya. Kuliah umum itu sendiri berjudul “Manusia Indonesia yang Menghargai Sesama”. Dalam kuliah itu saya mendapat pengajaran tentang nilai-nilai ke-Indonesiaan, yakni nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Nilai-nilai tersebut semuanya tercantum dalam dasar negara kita yaitu pancasila. Pancasila sebagai dasar negara seharusnya menjadi panduan bagi kita dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai makhluk yang sosial, tentu kita tidak dapat hidup tanpa orang lain. Bahkan dalam kuliah umum itu ibu Riris mengatakan bahwa kita sebenarnya hidup bukan untuk diri sendiri, akan tetapi kita hidup untuk orang lain. Pancasila dapat membantu kita mengenali konsep diri, dengan mengenali konsep diri kita mampu mengembangkan kemampuan yang ada pada diri. Jika kita telah mengenali konsep diri, maka akan tercapai aktualisasi diri yang kita tujukan.

Saya sendiri mendapat pengajaran tentang pancasila sejak di sekolah dasar. Jika dipikir ulang, di setiap jenjang pendidikan yang saya masuki hampir selalu ada pengajaran tentang pancasila. Pancasila merupakan identitas jati diri bangsa, itu hal yang saya dapat jika saya mendapat pengajaran pancasila. Identitas tersebut yang menjadikan bangsa kita berbeda dengan bangsa lainnya. Pancasila sebagai identitas bangsa berarti segala perilaku kita berasal dari nilai-nilai yang ada pada pancasila. Untuk memahami nilai-nilai dalam pancasila, kita harus mengenal terlebih dahulu sila-sila yang ada. Menurut ibu Riris, kebanyakan dari masyarakat Indonesia sekarang sudah banyak yang tidak hafal sila-sila dalam pancasila, baik itu nama silanya sendiri ataupun salah dalam menyebutkan urutannya. Sungguh miris saya mendengar hal tersebut. Saat mendapat pengajaran pancasila, saya selalu merasa ditanya seberapa besarkah rasa nasionalisme yang saya miliki. Rasa nasionalisme yang kuat dapat menghadirkan persatuan dan kesatuan di antara kita. Sebagai bangsa yang multietnis, rasa persatuan dan kesatuan merupakan fokus penting dalam perjalanan bangsa ini. Pancasila ini yang berusaha menyatukan segala perbedaan yang hadir pada masyarakat kita melalui nilai-nilai ke-Indonesiaannya.

Sesuai dengan judul dari kuliah umum ini, perbedaan yang ada pada kita seharusnya bukan penghalang untuk hidup bersama. Rasa toleran dan saling menghargai merupakan kunci untuk hal tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, saya melihat perbedaan yang ada bukanlah sebagai suatu permasalahan, akan tetapi hal itu merupakan warna-warni dalam kehidupan. Suatu hal yang tidak mungkin jika kita hidup segalanya dalam persamaan karena setiap individu itu unik dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Pada akhirnya setelah mengikuti kuliah umum ini, saya merasa perlu untuk memiliki rasa saling menghargai karena dengan hal itu akan tercipta keharmonisan diantara kita. Saya akan berusaha melakukan hal itu dalam lingkup keluarga terlebih dahulu sebagai lingkungan tekecil. Caranya dengan menghargai pendapat dari setiap anggota, karena pada dasarnya setiap orang memiliki kebebasan dalam berpendapat. Dengan hidup harmonis kita akan menemukan kedamaian dalam kehidupan yang membuat kita semakin mencintai negeri ini.

2 Comments

  1. Menarik. Sepertinya kuliah umum ini cukup berpengaruh ya. Beberapa kali melihat posting anak 2012 di berbagai akunnya soal kuliah ini.
    Tapi soal perbedaan dan toleransi.. hmm.. seberapa jauh sih perbedaan yang dapat kita terima? Seberapa jauh perbedaan yang harusnya dapat kita toleransi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s